Sabtu, 07 Desember 2013

HIV/AIDS GENTAYANGAN


Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel jumlah penderita HIV-AIDS di Sulsel melaju tinggi dari 4.583 di 2012 menjadi 7.147 orang hingga September 2013. Makassar sebagai ibu kota provinsi menjadi raja dengan penderita sebanyak 5.817 orang disusul Parepare 383, Gowa 124, Bulukumba 113 dan Palopo di urutan kelima sebanyak 75 orang. Berdasarkan kelompok umur 60 % pengidap HIV dan AIDS berumur 25 – 49 tahun, 29% berumur 15-24 tahun. Sedangkan modus penularan melalui hubungan seksual beriseko 78,8%, pengguna jarum suntik 12,2%, tranfusi darah 5,7% dan dari ibu ke anak 3,3%.
HIV/AIDS telah merenggut banyak korban khususnya kaula muda, sementara di sisi lain tidak ada solusi yang mengakar bisa memberhentikan laju penderita HIV/AIDS baik di dalam Negeri maupun dalam skala global. Wacana penurunan tingkat penderita HIV/AIDS hanyalah penipuan belaka.  Buktinya HIV/AIDS masih bergentayangan  dan menghantui semua masyarakat. Umumnya orang-orang berpikir penyakit ini tidak ada obatnya sehingga mereka lebih memilih diam ketika di sekeliling mereka berkeliaran ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Padahal HR. Muslim jelas-jelas menyatakan bahwa semua penyakit pasti ada obatnya kecuali kematian. Jadi intinya HIV/AIDS juga ada obatnya, hanya saja itu disembunyikan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk dijadikan ladang bisnis (refrensi: Deadly Mist). Akhirnya dikabarkan kepada seluruh dunia hanya pencegahan yang dapat dilakukan dan tidak bisa dengan pengobatan. Muncullah solusi pemakaian Kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS.  Sejak tahun 2007 pamerintah bersama Menkes gencar mengadakan PKN (pekan kondom Nasional)  yang dirangkaikan dengan pembagian kondom gratis ke semua lapisan masyarakat. Solusi tidak nyambung dengan masalah yang terjadi. Bagaimana mungkin berharap kondom menyelesaikan persoalan HIV/AIDS sementara akar masalahnya adalah free sex yang sejatinya bersumber dari aktivitas pergaulan bebas. Menawarkan kondom sama halnya melegalkan free sex apatah lagi kondomnya sampai ke tangan-tangan pemuda-pemudi yang belum menikah. Islam memandang hal ini adalah bahaya besar bagi masa depan generasi bangsa.
Masalah HIV/AIDS yang hari ini masih menjadi perdebatan hebat tidak berujung selesai karena solusi yang digunakan juga tidak sesuai. Penularan virus HIV/AIDS dari pelaku-pelaku sex bebas disebabkan pergaulan bebas yang seolah-olah difasilitasi di negeri ini. Produk-produk Barat yang berbau pergaulan bebas masuk ke negeri-negeri kaum muslim. Islam mempunyai solusi preventif dan kuratif untuk memberantas pergaulan bebas. Perintah menutup aurat bagi kaum wanita sejak ia baliq, larangan berkhalwat, larangan berikhtilat sampai larangan melakukan zina adalah merupakan upaya pencegahan dari pergaulan bebas. Kemudian upaya kuratif berupa hukum cambuk 100 kali bagi pelaku zina yang belum menikah dan hukum rajam bagi yang sesudah menikah. Upaya kuratif inilah yang tidak berlangsung sampai hari ini karena tidak adanya sebuah institusi yang bisa menerapkan syariat islam secara kaffah. Sehingga harusnya untuk menyelesaikan hingga ke akar-akarnya maka diupayakan mengadakan sebuah Negara dalam kepemimpinan seorang Khalifah yang bisa menerapakan syariah itu secara sempurna.

Selasa, 03 Desember 2013

ADA APA DENGAN KAMPUS ISLAMI?


Green kampus, kampus hijau atau Univesitas Muslim Indonesia yang merupakan kampus swasta terbesar di Indonesia timur, dimana kampus yang sangat identik dengan kampus islami. Begitu juga masyarakat kampusnya semuanya adalah kaum muslim. Lalu mengapa UMI hari ini dikenal dengan Demontrasinya yang anarkis, kericuhan, hingga pembunuhanpun hampir mengisi semua kerusuhan yang terjadi? Apakah ini semua terjadi secara kebetulan atau pantas kita sebut sebagai tradisi?.
Kita teringat dengan kasus kenaikan BBM yang membuat hampir semua mahasiswa kampus turun ke jalan untuk meyatakan tolak kenaikan BBM. Mahasiswa UMI tidak ketinggalan menurunkan massanya di sepanjang jembatan layang fly over sampai depan kantor Gubernur SULSEL. Demontrasi berlangsung selama empat hari higga membuat kampus UMI diliburkan untuk sementara. Saling lempar batu dengan aparat kepolisian, bentrok dengan warga sekitar UMI yang tidak setuju dengan sikap mahasiswa, bakar-bakar ban hingga membuat macet jalan mewarnai setiap kali terjadi Demo. Katanya Mahasiswa agent of change alias orang-orang yang menjadi agen perubah di tengah-tengah masyarakat, tapi mengapa kerjanya justru meresahkan masyarakat, apa yang mau dibanggakan oleh masyarakat kepada Mahasiswa UMI? Yang ada justru masyarakat meratakan masyarakat kampus UMI memiliki jiwa Demonstrasi yang sama, Siapa yang akan bertanggung jawab? Siapa yang patut disalahkan? Kampus yang salah? Rector? Dosen? Staf-staf kampus? Atau mahasiswa?. Kasat mata kita mungkin menjawabnya jelas Mahasiswalah tetapi tidak dipungkiri ada juga yang menjawab pembinanya alias dosennya sebagai orang yang senantiasa memberikan pengarahan kepada mahasiswa, ada juga yang mengatakan “Rektornyalah” secara dia sebagai direktur kampus yang notabene harusnya menggunakan wewenang kepemimpinannya untuk bersikap tegas. Jika seperti ini, apakah patut kita saling menyalahkan?
Kerusuhan yang terjadi di kampus UMI seakan drama tak berujung . Sejak pertempuran sengit antara mahasiswa dengan aparat keamanan atau kepolisian pada tahun 1996 yang kita kenal bersama hari Amarah atau April berdarah,  sepertinya membawa aroma kerusuhan ke tahun-tahun berikutnya. Akan selalu menjadi pertanyaan besar, apa yang menjadi permasalahan utamanya? Lalu, ada apa dengan aparat keamanan yang seharusnya mengamankan namun justru kadang menjadi lawan dari Mahasiswa? Ironis...Pembunuhan sudah menjadi hal biasa terjadi setiap ada kerusuhan baik itu terjadi di dalam kampus maupun di luar kampus. Nyawa sepertinya gampang hilang. Korban yang meninggal dari kerusuhan tentunya menjadi luka mendalam bagi keluarga-keluarga korban. Bukan hanya itu, rasa ingin balas demdam tentu tidak terbendung lagi dari teman-teman korban. Pembunuhan ini bisa saja menjadi kasus pembunuhan berantai yang tak berujung.
Kampus Islami yang seharusnya menjadi teladan bagi kampus lain hanyalah menjadi sebatas mimpi. Mahasiswa UMI yang setidaknya mampu membawa nama baik UMI misalnya di berbagai perlombaan antar kampus tidaklah menjadi perhitungan di mata masyarakat. Peran media menampilkan aksi-aksi Anarkis Mahasiswa UMI berhasil menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat. Curiga... ada apa dengan Media yang begitu antusias menampilkan aksi-aksi anarkis mahasiswa? Padahal ada juga ternyata aksi damai yang dilakukan oleh sebagian mahasiswa termasuk mahasiswa UMI namun tidak ditampilkan di media atau bahkan tidak samasekali. Tidak jarang UMI menjadi sorotan masyarakat maupun pihak-pihak dari kampus lain. Bagaimana tidak UMI populer dengan pesantren Darul Mukhlisin di Padang Lampe Pangkep yang notabene setiap mahasiswa baru akan dipesantrenkan selama 30 hari. Ada apa dengan Padang lampe? Mengapa pelajaran Islam yang diseduhkan kepada setiap diri-diri peserta pesantren tidak bertahan alias tidak mentajasad setelah kepulangannya dari Padanglampe?. Tidak perlu dipertanyakan lagi berapa kali pemberian materi agama kepada mahasiswa di setiap kelas-kelas, dan tidak hanya dikelas saja organisasi-organisasi maupun organda-organda tidak ketinggalan juga memberikan materi agama kepada kader-kedernya. Terus... apa yang tidak beres dari pelajaran agama yang diberikan?
Kerusuhan, pembunuhan maupun ketidakberesan yang terjadi di setiap kampus harusnya membuat kita membuka mata lebar-lebar. Apa yang tidak beres dengan diri-diri kaum pemuda hari ini? Bukankah pemuda memiliki peran sebagai agent of change dan tumpuan perubahan itu ada di pundak pemuda?
Sadar atau tidak sadar kita pantas mengatakan sistem pendidikan hari ini mengalami kerusakan parah. Pendidikan yang semakin mahal tidak lagi melahirkan generasi-genarasi berkualitas tetapi sebaliknya justru melahirkan generasi-generasi yang materialistik. Kapitalisme berhasil menyebarkan virus-virus pemikirannya ke otak-otak kaum pemuda Indonesia. Dari kecil kita dididik hanya untuk mencapai tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya sampai bisa terjun ke dunia kerja. Belum lagi kita semakin dijauhkan dari Islam yang sesungguhnya. Islam hanya diajarkan seadanya alias hanya sebatas agama spiritual saja. Materi-materi agama Islam yang diseduhkan sejak dini hingga dewasa hanya berputar-putar pada itu-itu saja. Sehingga tidak heran kita menyaksikan anak-anak ketika dia tumbuh dewasa sangat cenderung membebek pada impor-impor orang barat atau orang kafir baik itu berupa makanan, hiburan maupun model berpakaian. Sementara ketika ditawarkan Islam sebagai aturan hidup maka hal demikian dianggap asing di mata mereka. Yang perlu dibenahi bagi diri-diri kaum pemuda hari ini adalah mengubah cara berpikir mereka dari cara berpikir kapitalistik menjadi cara berpikir islam. Ketika cara berpikir Islam telah dibangun dengan benar maka akan terbentuk pula pola sikap Islam yang selalu menjadikan Islam sebagai standar perbuatan. Dengan begitu seorang pemuda yang mengikuti jalur solusi Islam maka dia akan memiliki rem dalam berpikir dan berbuat. Pendidikan Islam harusnya yang dinomorstukan bagi pelajar-pelajar Muslim sehingga mampu mencetak generasi-generasi muslim yang berkualitas. 



                                 

TOLAK MONSTER PERGAULAN BEBAS


Indonesia sebagai Negara mayoritas muslim sedunia dalam kondisi terinfeksi wabah pergaulan bebas. Data terakhir tahun 2012 yang dimunculkan oleh BKKBN di wilayah Makassar terdapat 50% Remaja tidak perawan dengan rentang umur 12-24 tahun.  Pergaulan bebas musuh bersama yang harus dilawan karena melanggar aturan pergaulan islam, dapat mendatangkan murka Allah dan membawa dampak negatif seperti kerusakan moral, penyakit sosial, penyakit menular, dll. Harus ada upaya terintegritasi dari semua pihak. Dalam hal ini orang tua wajib mengarahkan dan mengawasi pergaulan anaknya, sekolah membekali pendidikan yang tidak memisahkan sains dan agama sehingga anak berkepribadian islam, media tidak mempropagandakan pergaulan bebas yang akan menfasilitasi berkembangnya pergaulan bebas, serta pemegang kebijakan memberlakukan aturan yang tegas.
Pergaulan bebas dipicu oleh gaya hidup materialis dan hedonis. Remaja rela berbuat mesum sekedar untuk mendapat kesenangan. Remaja yang rela menggadaikan kehormatan demi mendapatkan barang-barang mewah. Pergaulan bebas berasal dari gaya hidup kapitalis sekuler yang sengaja di impor ke negeri muslim. Semua produk yang mendapatkan kebebasan berasal dari produk asing seperti industri musik, film, media hiburan. Produk tersebut merusak generasi tanpa memperhatikan dampak kerusakan bagi generasi. Semua menjadi wajar di alam kapitalisme yang sekuler. Banyak pemahaman kapitalisme sekuler meliberalkan remaja dan seluruh masyarakat.
Pergaulan bebas harus diberantas bukan justru diregulasi. Pendapat sebagian kalangan bahwa remaja berhak mengekspresikan diri asal bertanggung jawab. Makna bertanggung jawab yang tidak pada tempatnya karena seharusnya sejak awal ada upaya preventif agar tidak terjadi efek dari pergaulan bebas. KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) dianggap sebagai program yang memberikan solusi terhadap remaja dalam pergaulan lawan jenis. Muatan liberal dalam program KRR justru menfasilitasi remaja untuk free sex maka KRR haruslah ditolak.
Islam mampu mengatasi masalah yang terjadi akibat pergaulan bebas secara preventif melalui hukum-hukum syariah untuk individu seperti larangan berkhalwat, larangan mendekati zina, perintah menutup aurat, dll. Adanya kontrol masyarakat agar tidak ada sikap permisif terhadap semua bentuk kemurkaan. Secara kuratif islam telah menyediakan  sanksi yang tegas bagi pelaku  maupun pendukung pergaulan bebas. Begitu juga Islam akan memberhentikan perindustrian yang memasarkan pornografi.

SYEIKHUL ISLAM TERAKHIR KHILAFAH

Syeikhul islam lahir pada tanggal 12 rabiul awal 1286 H/1869 M di kota Tokat yang terletak dikawasan Anatolia, aut hitam, Turki. Ia berasal dari keluarga yang mencintai ilmu sehingga tidak aneh ketika usianya menginjak sepuluh tahun, sudah hafal seluruh ayat Alquran. Kehadiran syeikhul islam di istambul telah menjadi perhatian para ulama di masa itu disebabkan oleh kecerdasan pikiran, kebijaksanaan dan kekuatan daya hafalannya. Maka tak ayal, meski usianya baru menginjak12 tahun, ia sudah diangkat menjadi salah seorang tenaga pengajar di mesjid Sultan Muhammad Al Fatih. Tempat tersebut saat itu merupakan “perguruan tinggi” yang terkenal sebagai institusi keilmuan Khilafah Utsmaniyyah. Syeikhul islam juga pernah bertugas di perpustakaan milik khalifah Sultan Abdul Hamid II(menjabat khalifah sejak 1876-1909). Pada tahun 1908, ia menjadi wakil rakyat dan duduk di majelis umat khilafah Utsmaniyyah. jabatan ini diperoleh karena kelantangannya menyuarakan pendapatnya di majelis local di Tokat. Kemudian, ia menjadi anggota darul Hikmah Al Islamiyyah. Yaitu sebuah institusi keilmuan islam yang dibentuk oleh Sultan Muhammad Risyad, 1918. Karena rekam jejaknya itulah, tidak salah khalifah Muhammad Wahidin II(1918-1922) mengangkat dirinya menjadi mufti Negara. Gelar syeikhul islam dan Afandi pun disematkan pada ulama yang selalu lantang menentang sekularisme ini. “Sekularisme itu adalah jalan terdekat kepada riddah (murtad)!”pekiknya. namun sayang arus sekularisme terlalu deras. Sehingga baru saja dua tahun menjabat mufti dan tengah gencar-gencarnya menyadarkan aparatur Negara untuk meninggalkan pemikiran kufur yang ingin memisahkan Negara dari islam, dirinya pun diasingkan, seiring dengan dijungkalkannya Muhammad Wahidin II dari jabatan khalifah. Syeikhul islam pun mengembara ke Yunani. Dari Yunani, dia pindah ke Mesir untuk menyebarluaskan seruannya. Kehadirannya telah membuat gusar golongan sekuler di Mesir. Oleh karena itu, Syeikhul Islam dengan teman-temannya dianggap mengancam Kemalis dan Revolusi Ataturk. Maka dirinya bersama sejumlah besar ulama dan tokoh masyarakat telah dihukum dengan berbagai undang-undang. Ada yang dihukum mati, dipenjara, dan ada juga yang diasingkan ke negeri lain seperti yang dialami Syeikhul Islam. Setelah Khilafah Utsmaniyyah runtuh pada 1924, si penghianat Mustafa Kamal Pasha laknatullah pun mendirikan Negara sekuler Turki. Syeikhul Islam bersama 150 orang lainnya diberi ampunan dan dipersilahkan pulang ke Turki. Namun Syeikhul Islam tidak mau menerimanya dan enggan pulang. Di mesir, Syeikhul Islam terus melakukan perlawanan terhadap pemikiran kufur. Penentangannya itu dibukukan pula olehnya dalam berbagai kitab berbahasa Arab dan Turki. Syeikhul Islam juga telah mengkritik tulisan beracun Profesor Ali Abdul Raziq yang menulis buku sokongan terhadap tindakan si pengkhianat laknatullah yang membubarkan Khilafah Islam, Al Islam wa Ushul Al Hukum. Syeikhul Islam meninggal dunia di Mesir pada tahun 1924. Kembali ke rahmatullah selepas perjuangan mempertahankan Islam dan berkata,”Tidak!” kepada segenap lapisan masyarakat yang sudah mabuk Kemalisme dan segala yang datang dari barat.

Konspirasi Genosida dibalik HIV

Sangat disayangkan, sejak tahun 1981 HIV/AIDS heboh dibicarakan diseluruh dunia namun belum mendapat penanganan khusus. Bagaimana tidak, solusi yang ditawarkan WHO, UNAIDS dan jaringan-jaringan di bawahnya terrnyata bertolakbelakang dengan fakta yang terjadi. Meskipun sudah ada kondom gratis, hidup sehat dengan ODHA dan jarum suntik steril tetapi yang terlihat di lapangan bukannya solusi-solusi ini menekan HIV/AIDS malah makin bertambah jumlah penderitanya. Ledakan HIV/AIDS sampai saat ini berkisar 25juta orang terjangkit AIDS telah mati terdiri dari berbagai golongan usia. Apa sebenarnya yang terjadi????????? Nah, yang mengaku dirinya Mahasiswa marilah kita mencoba menganalisa bersama-sama pertanyaan diatas. Jika diberikan pilihan ingin memberantas HIV/AIDS dengan hanya memangkas gejala-gejalanya atau mencabut akar-akarnya alias penyebab utamanya? Tentu mencabut penyebabnya, free sex adalah salah satu penyebab utamanya. Selain free sex, ada lagi ternyata yang menjadi penyebabnya yaitu tidak adanya aturan yang membatasi sehingga ketika ada aturan maka akan dianggap melanggar HAM. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan WHO, UNAIDS dan pemerintah pun tidak akan melanggar HAM. Tetapi akankah menyelesaikan masalah HIV/AIDS? Contoh: SEA GAMES kemarin di setiap sudut pertunjukan disediakan ruangan lengkap fasilitas kondomnya, di setiap kota-kota besar dialokasikan tempat pelacuran dan diberikan pembinaan cara pake kondom, dibolehkan hubungan sesama jenis yang penting pake kondom, boleh hidup dengan ODHA yang penting mampu menjaga diri dari ODHA. Sementara segala jenis cairan tubuh si ODHA berpotensi menularkan virus serta menurut hasil penelitian pori-pori kondom lebih besar dari pada virus HIV/AIDS sehingga banyak yang kecolongan. Akhirnya, terbukti solusi yang ada tidak bakal menyelesaikan masalah. Now, let’s came back to history!!! Munculnya HIV/AIDS ternyata tidak muncul secara alami alias karena ada virus sebagai agennya tetapi ada konspirasi disana. Sejak perang Dunia II (runtuhnya Daulah Khilafah Turki Ustmani), mengurangi populasi penduduk dunia adalah cita-cita keluarga Bush. Senjata biologi pun dirancang sedemikian rupa termasuk pembuatan virus-virus yang nantinya disuntikkan dan ditularkan ke tubuh-tubuh tentara musuh dan warga-warga sipil yang tak berdaya. Nobel menyebut AIDS “Senjata Penghancur Massal” (9 october 2004). Menurut Segal, HIV/AIDS diciptakan difort Detrick, Maryland, dengan cara menggabungkan genom viral dari VISNA dan HTLV-1, karena ke duanya hampir identik dengan HIV genome. Sehingga sangat tidak wajar jika dikatakan AIDS itu datang dari monyet atau turun dari langit. Jangan salah, solusi-solusi yang ada sekarang pun dapat dikatakan penyebar HIV/AIDS. Jadi solusi yang paling praktis adalah dengan kembali ke mutiara kita ya itu agama ISLAM, yang mana sejak dahulu disebut-sebut sebagai agama RAHMATAN LlL ALAMIN. Mustahil kita mau mempertahankan agama ini dengan wadah kapitalisme/wadah kufur. Agama ini insyaAllah akan mulia ketika ada Daulah khilafah, yang mampu mempersatukan seluruh umat muslim sedunia. Khilafah adalah Janji Allah. Akankah kita mau melewatkan perjuangan ini???????

TANYA JAWAB SEPUTAR JADILAH MAHASISWA SUMBER INSPIRASI, INOVASI, IDEOLOGIS

Apakah inspirasi, inovasi dan ideologis itu merupakan kata yang memiliki makna yang sama? Kata Inspirasi, inovatif, dan ideologis merupakan tiga kata yang sama-sama memiliki posisi yang penting bagi tubuh mahasiswa. Berbicara tentang defenisi sebuah inspirasi tidak lepas dari yang namanya sebuah perubahan atau kebangkitan jadi inspirasi sebenarnya adalah suatu hal yang mampu membuat perubahan bukan hanya pada tataran cabang atau parsial saja namun perubahan itu secara menyeluruh. Perubahan yang dimaksud tentunya adalah sebuah perubahan yang mulia. Pengerian inovatif menurut kamus besar Indonesia adalah pemasukan atau pengenalan pada hal-hal yang baru atau penemuan baru yang berbeda dengan apa yang ada sesudahnya. Sebuah inovasi itu harus menyelesaikan masalah karena dalam menyelesaikan masalah tersebut terdapat manfaat. Logikanya seseorang menginovasi itu karena sebuah maslahat. Sementara ideologis berasal dari kata ideal artinya sesuai dengan yang diharapkan atau yang diangan-angankan serta sesuai dengan standarnya. Mencapai yang namanya ideal itu butuh fikrah dan thoriqah. Artinya, harus jelas seperti apa konsep berpikirnya dan cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan sesuai dengan fikrahnya tadi. Apakah yang menjadi hal penting untuk menjadi mahasiswa sumber inspirasi, inovasi, dan ideologis ? Menjadi sumber inspirasi, inovatif, dan ideologis tergantung pada standar yang digunakan. sebagai ummat islam sudah jelas memiliki standar yaitu al Qur’an dan as sunnah. Kekuatan mengaplikasikan yg diperintahkan al quran dan as sunnah kaum muslimin membutuhkan aqidah yang haqiqi. Aqidah yang haqiqi adalah aqidah yang mampu menumbuhkan rasa kebangkitan. Aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh mengenai kehidupan, manusia, dan kehidupan, apa –apa yang ada sebelum dan sesudah di dunia dan apa-apa yang berhubungan dari ketiganya. Apakah Mahasiswa yg berintelektual dapat dikatakan sebagai mahasiswa sumber inspirasi, inovasi dan ideologis? Berintelektual itu adalah mempunyai kecerdasan tinggi, totalitas pengertian dan kesadaran terutama yg menyangkut tentang pemahaman dan pemikiran. Mahasiswa yg beritelektual adalah mereka yang memiliki kesadaran tinggi mengenai sebuah pemahaman. Jadi mahasiswa yang berintelektual tidak semua bisa dikatakan mahasiswa inspiratif, inovatif, dan ideologis. Mahasiswa intelektual tergantung pada kesadaran seperti apa yang dia bangun, jika kesadaran yang dibangun adalah kesadaran islam maka perubahannya akan ke arah yang islami, begitu juga jika kesadaran yg dibangun kesadaran kapitalis maka arah perubahannya juga ke arah kapitalis. Sementara terkadang banyak dikalangan mahasiswa yang memiliki kesadaran untuk berubah tapi arah perubahannya keliru, jadi ketika mereka terjun ke tengah-tengah masyarakat sebagai inspirator, inovator akan tampak jelas dalam inspirasi, inovasi dan ideologi yang mereka bawakan tidak sejalan antara kesadaran yang dimilikinya dengan pemahaman atau pemikiran yang mereka bangun. Bagaimana dengan mahasiswa yang sering berunjuk rasa, apakah mereka bisa dikatakan sebagai mahasiswa inspiratif? Tergantung bagaimana proses unjuk rasa yang mereka lakukan. Mislanya mahasiswa menolak kenaikan BBM sekitar sebelum bulan ramadhan lalu, aksi yang mereka lakukan sebenarnya mempunyai tujuan yang baik yakni semata-mata karena mewakili masyarakat tapi karena cara yang ditempuh salah atau anarkis sampai bakar-bakar ban dan merusak fasilitas umum, hal ini akan justru membangun persepsi yang negatif masayarakt kepada mahasiswa. Artinya, mereka bukan menginspirasi tapi malah menjadikan masyarakat marah, resah, gelisah. Selain itu, juga karena tidak semua aksi mahasiswa itu betul-betul atas dasar kesadaran tetapi terkadang mereka dibackingi oleh kelompok-kelompok tertentu. Apalagi melihat banyaknya konflik politik yang terjadi di dalam negeri. Hal demikian tidak bisa dinafikkan diperalatnya sekelompok mahasiswa oleh kepentingan politik, dengan iming-imingan hadiah bersifat material mahasiswa akan siap melakukannya. Berbeda halnya dengan unjuk rasa yang dilakukan karena dorongan kesadaran yang dibangun berdasarkan standar yang jelas. Ketika mereka terjun ke tengah-tengah masyarakat akan mampu memberikan solusi atas masalah yang mereka sikapi. Selain itu, mereka selalu memperhatikan aturan tata tertib unjuk rasa. Misalnya, tetap menjaga kebersihan tempat unjuk rasa, tidak menghalangi jalan, tetap sopan dalam menyampaikan aspirasinya, dan tidak membawa barang-barang berbahaya ke tempat unjuk rasa. Kemudian mereka adalah orang-orang yang tidak mengharap imbalan berupa material dari unjuk rasa kecuali hanyalah ridha Allah semata. Sehingga dengan seperti itu masyarakat akan dapat menilai sendiri mahasiswa yang mana mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat. Pada masa Rasulullah saw dan pada masa peradaban kegemilangan islam setelah masa Rasulullah, banyak pemuda inspiratif, inovatif, ideologis. Apakah sekarang ada ditemukan sosok seperti itu? Ternyata kalau kita mau menelusuri sejarah perjalanan hidup Rasul dan pengembangan dakwah Islam yang beliau lakukan. Hingga memungkinkan kita mengenal Islam seperti sekarang, juga senantiasa ditopang oleh peran dan kekuatan pemuda. Rasulullah Muhammad SAW sendiri, ketika diangkat menjadi Rasul adalah seorang pemuda, beliau berusia empat puluh tahun pada waktu itu. Pengikut beliau, yang merupakan generasi pertama, kebanyakan juga dari kalangan pemuda. Bahkan ada yang masih anak-anak. Mereka dibina Rasulullah SAW. setiap hari di Daarul Arqam. Diantaranya adalah Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam, yang paling muda keduanya ketika itu berusia 8 tahun, Abdullah bin Mas’ud (14 thn) yang kelak menjadi salah satu ahli tafsir terkemuka, Sa’ad bin Abi Waqqash (17), yang kelak menjadi panglima perang yang menundukkan Persia, Ja’far bin Abi Thalib (18), Zaid bin Haritsah (20), Utsman bin Khattab (26), Abu Ubaidah Ibnul Jarah (27), Bilal bin Rabbah (30), Abu Salamah (30), Abu Bakar Ash Shiddiq (37), Hamzah bin Abdil Muthalib (42), dan Ubaidah bin Al Harits, yang paling tua diantara semua sahabat berusia 50 tahun. Sobat, masih terdapat puluhan ribu pemuda lain yang terlibat aktif dalam dakwah menegakkan panji-panji Islam di masa hidup Rasulullah SAW. Umumnya mereka adalah pemuda, bahkan remaja yang baru berangkat dewasa. Adalah Usamah bin Zaid, ketika berusia 18 tahun, yang diangkat oleh Nabi sebagai komandan pasukan Islam ketika menyerbu Syam. Padahal diantara pasukan Islam terdapat sahabat seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab yang lebih tua darinya. Begitu juga Abdullah bin Umar. Jiwa perjuangan Islam telah memanasi jiwanya sejak berusia 13 tahun. Jika dikatakan bagaimana yg disebut mahaisiswa inspiratif, inovatif, dan ideologis. Orang-orang inspiratif, inovatif, dan ideologis adalah orang-orang yang termasuk ke dalam usia-usia produktif. Usia produktif itu sebagian besarnya adalah mahasiswa. Untuk zaman kapitalis seperti sekarang sangat jarang sekali ditemukan mahasiswa inspiratif, inovatif, ideologis. Karena sistem kapitalis hanya menjadikan mahasiswa sebagai mesin kapitalis. Sarjana-sarjana akan dijadikan sebagai pekerja-pekerja alias standar kesuksesan hanyalah bersifat material belaka. Jadi sistem kapitalis pada dasarnya sengaja mengkerdilkan perannya mahasiswa. Yang seharusnya menjadi agent of change atau inspirator, inovator di tengah-tengah ummat malah beralih fungsi menjadi pekerja-pekerja untuk kepentingan kapitalis. Tidak heran generasi-generasi cetakan sistem kapitalis tidak ideal, mereka rata-rata hedonis, pragmatis, apatis dengan kondisi terpuruknya masyarakat. Begitu dahsyatnya pengaruh suntikan-suntikan kaum kafir melalui penerapan ideologi kapitalisnya sehingga hampir semua mahasiswa kaum muslim menjadi korbannya. Contoh : di Indonesia sekarang kita menginginkan mahasiswa misalnya tidak pakai narkoba, namun disisi lain pemerintah kurang peduli dengan pembrantasan narkoba. Kita menginginkan pemuda-pemudi jauh dari yang namanya seks bebas tapi disisi lain tayangan-tayangan televisi yang mendukung munculnya seks bebas itu merajalela, belum lagi pemerintah menfasilitasi memang seperti pelegalan kondom, alat-alat kontrasepsi lainnya, pelegalan tempat-tempat pelacuran. Untuk sistem kapitalis dengan asas pemisahan agama dengan kehidupan atau istilah kerennya sekularisme justru merajalelanya hal-hal tersebut menjadi keuntungan terbesar. Seperti pemerintah Indonesia tetap melegalkan tempat-tempat maksiat karena dari itu semua pemerintah mendapatkan keuntungan besar untuk menambah devisa Negara, banyak sekali fakta yang teman-teman mahasiswa yang bisa menyaksikan faktanya. Bagaiman dengan tokoh-tokoh inspirator di Negara Indonesia seperti Agnes monica yang merupakan artis go international dan pak Habibie yang terkenal dengan inovasinya dalam bidang tekhnologi? Acnes monica dan Pak habibie sepertinya dua sosok yang berbeda, dimana mereka sama-sama inspirator tapi arah perubahan yang mereka bawa itu berbeda. Contoh, Si acnes monica yang terbilang artis go internasional, karena memang pada dasarnya standar yang dia gunakan adalah style kebarat-baratan kental dengan standar sistem kapitalis sehingga sesosok agnes monica tidak mengherankan sangat popular di zaman kapitalis seperti sekarang. Dia tentunya juga akan membawa perubahan untuk sistem kapitalis karena standar kesuksesan sistem kapitalis sesuai yang diterapkan Agnes Monica. Cenderungnya keberhasilan sekarang adalah dunia hiburan, yang pintar menyanyi, joget, melawak, menari, model dan semua yang hampir rata-rata melanggar hukum syara’ itu akan cepat eksis untuk sistem kapitalis. Jadi, tidak heran masyarakat kita sekarang di Indonesia berlomba-lomba menjadikan anak-anaknya sebagai kebanggan bangsa melalui lomba menyanyi, menari dll, sementara perubahan ke arah kemuliaaan islam sangat jarang sekali menjadi perhatian. Paling hanya ada satu kali lomba dakwah cilik dalam setahun, itupun jika sudah menang hanya sekedar mendapatkan hadiah selesai perkara. Kemudian pak habibie dia adalah sesosok manusia yang cerdas, standar yang dia miliki adalah kesadaran untuk mengembangkan dunia tekhnologi demi memuliakan negaranya sehingga perubahan yang dia bawakan itu betul-betul menampakkan ke arah perubahan tekhnologi. Jadi perubahannya juga hanya sebatas dalam perkara tekhnologi atau tidak menyeluruh. Akan tetapi, setidaknya menjadi inspirasi sekaligus menginovasi bagi pemuda bangsa hingga sekarang. Apakah mahasiswa biasa-biasa saja juga dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa lain? Mahasiswa biasa adalah mahasiswa yang tidak mempunyai sebuah cita-cita untuk sebuah perubahan, paling kerjanya 4K (kampus, kos, kanting, kampung). Logikanya, bagaimana mungkin ingin memberikan inspirasi dan mengivonasi kepada mahasiswa lain jika dalam dirinya saja tidak ada kesadaran untuk sebuah perubahan. Mahasiswa semacam ini akan mengikuti arus saja, setengah mati lulus SMA, lebih setengah mati lagi lulus masuk SMPTN, lulus kuliah dapat kerja, dapat kerja menikah, menikah dapat anak, udah mati. Gitu aja!!!. Mahasiswa biasa-biasa saja sebenarnya memprihatinkan karena merekalah orang-orang yang terlenakan dengan penerapan kapitalisme. Mereka akan menjadi mahasiswa hedonis, pragmatis, dan apatis dengan keadaan sekitarnya. Sisa-sisa waktunya lebih banyak dihabiskan untuk hiburan. Budaya-budaya luar akan mereka cepat respon dan ikuti. Sebagaimana kaum kafir memang menghancurkan pemikiran generasi kaum muslim melalui 3F (food, fan, fachion). Apakah ada Karakter khusus yang harus dimiliki oleh diri kita atau ada langkah lain yang dapat merubah keadaan mahasiswa biasa sehingga dapat menjadi inspiratif, inovatif, dan ideologis? Caranya simpel saja teman-teman, jawabannya back to Islam. Setelah kita Paham bagaimanakah potensi kehidupan kita, dan bagaimanakah hakekat dari amal yang kita lakukan, mestinya kita juga mulai bisa sedikit mengira-ngira bagaimanakah caranya supaya kita bisa menginspirasi, menginovasi dan ideologis maka kita terlebih dahulu mengenali dulu kepribadian kita. Memiliki kepribadian Islam yang tinggi sebagaimana yang diperintahkan oleh Islam, berangkat dari modal yang diberikan oleh Allah kepada kita berupa kebutuhan-kebutuhan jasmani, naluri dan akal tadi. Jadi nilai (kepribadian) seseorang itu sebenarnya akan ditentukan oleh bagaimanakah tingkah laku dan pemahaman seorang mahasiswa. Jadi penampakan kepribadian seseorang adalah bagaimana tingkah lakunya, artinya bagaimanakah gambaran/pola keseluruhan amal perbuatannya. Itulah yang akan menunjukkan apakah seseorang punya kepribadian yang tinggi ataukah sebaliknya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Rasul SAW.: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada gambaran wajah (fisikmu) dan hartamu, akan tetapi sesungguhnya Dia hanya akan melihat kepada hati dan amal perbuatanmu. (HR. Muslim dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)”. Teman-teman mahasiswa, jika memang kalian sudah mengerti bahwa kepribadian itu dilihat dari gambaran tingkah laku kita, lalu pertanyaan berikutnya: apa sih yang akan menentukan tingkah laku kita itu? ternyata jelaslah bahwa yang menentukan perbuatan seseorang adalah pemahaman yang dia miliki. Lalu dari mana pemahaman ini dimiliki seseorang? Dari proses berfikir yang dia lakukan terhadap fakta yang dia indera. Bukankah manusia diberi potensi/kemampuan berfikir dengan adanya akal padanya? Nah, proses berfikir inilah yang bakal menentukan model pemahaman seperti apa yang bakal dimiliki seseorang, ketika dalam berfikirnya itu dia menggunakan sebuah pola pikir tertentu. Adanya pola pikir inilah yang sebenarnya akan membuat kesimpulan berfikir seseorang itu berbeda sesuai dengan apa yang dia jadikan sebagai pijakan dalam berfikirnya, karena pola pikir ini akan membuat seseorang tadi hanya akan memakai informasi-informasi tertentu yang sesuai dengan landasan berfikirnya untuk dia gunakan dalam memahami segala sesuatu/fakta. Pola pikir inilah yang kita kenal dengan istilah aqliyah. Sementara pola pikir yang islami bisa kita dapatkan kalau dalam setiap melakukan proses berfikir kita senantiasa menyandarkan proses tadi kepada bagaimana Islam memandang hal itu. yah…. Kalau kita sudah ketemu dengan petunjuk Islam, maka yang harus kita lakukan berikutnya adalah segera mengimaninya dan mengikuti segala apa yang diperintahkannya dan meninggalkan segala apa yang dilarangnya. Dengan cara begini pasti deh kita akan senantiasa menjadi orang yang tertunjuki, menjadi orang yang senantiasa ngedapetin hidayah, menjadi orang yang senantiasa berjalan dalam petunjuk dan penerangan Islam yang akan membawa kita sampai pada tujuan yang kita idam-idamkan, yakni mendapatkan ridlo dan Surganya Allah SWT. KESIMPULAN Nach kembali kepada teman2 mahasiswa, Sesungguhnya kehidupan model gimana yang mau kita lakoni itu adalah terserah pada pilihan kita. Kita mau jadi orang yang masih bingung, linglung dan cuman ngekor aja ama orang-orang di sekitar kita, atau kita mau jadi ‘bebeknya’ peradaban kafir Barat, ataukah mau menjadi generasi muda yang kuat dan mengulang kesuksesan generasi terbaik sebelum kita, adalah juga pilihan kita sendiri! Intinya Di tangan kita sendirilah masa depan kita itu mau kita buat bagaimana. Allah berfirman: “...Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka (sendiri)”. (Terj. QS. Ar Ra’du 11). Wahai para pemuda yang dinamis dan penuh semangat, ingatlah janji Allah kepada kalian: “Apabila kamu menolong (agama) Allah, maka Dia akan menolongmu dan mengukuhkan kedudukanmu.” (Terj. QS. Muhammad: 7) Dan ingatlah juga janji Allah pada Surah An Nuur ayat 55. “(Dan) Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan yang mengerjakan amal-amal shahih banwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi ini sebagaimana telah Dia jadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang paling diridlaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan mereka) sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku.....” Pilihan tinggal pada kita sendiri, apakah kita mau menukar keadaan sekarang ini dengan yang sudah dijanjikan Allah kepada kita tersebut. Kalau ya, maka tunggu apa lagi?! Segera bina diri kita menjadi para pemuda berkepribadian Islam, yang punya pola pikir Islam dan punya pola sikap Islam. Berikan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk umat ini. Kita harus jadi seorang pemuda faqih fid-diin (faham agama) sekaligus pemuka dalam bidang kita masing-masing. Silakan kita jadi dokter, insinyur, ahli komputer, konglomerat, guru, direktur atau mau jadi apa saja, tapi ingat kita adalah seorang Muslim yang harus ngelakonin hidup ini dengan Islam, sehingga kita mesthi harus ngerti juga bagaimana hukum-hukum Islam itu. Kalau saat ini penerapan Islam tidak akan terwujud tanpa adanya perjuangan menegakkannya, maka bergabung dengan barisan pejuang dan pembela penerapan Islam kaffaah adalah sesuatu yang harus juga kita lakukan. Begitulah para generasi pendahulu kita yang tercatat dalam sejarah sebagai generasi terbaik yang pernah ada di bumi ini. Ayo bangun…bangun!!! Kita mesti tinggalkan gambaran pribadi-pribadi cengeng, amoral dan tidak tahan bantingan yang melekat pada generasi kita saat ini. Pribadi-pribadi yang disibukkan dengan diskotik, ekstasi, putauw, dan bioskop-bioskop. Atau pribadi-pribadi yang masih bingung bagaimana mengatur waktu dan meninggalkan daya tarik TV. Bukan pula pribadi-pribadi yang cuman bisa bermimpi dan bernyanyi untuk meraih kebahagiaan, pribadi yang masih bingung dengan apa yang mereka cari di muka bumi ini, mereka yang begitu mudahnya meninggalkan kewajiban mengkaji tsaqofah Islam hanya karena menghadapi ujian sekolah atau kuliah, dan bukan pula pemuda-pemuda yang hanya punya semangat untuk meneriakkan perubahan tanpa tahu kemana sebenarnya perubahan yang harus diteriakkan. Kita mesti berubah kepada jati diri kita yang sesungguhnya!! Dan setelah itu kita mesti jadi Agen Perubahan itu di tengah-tengah masyarakat kita!! So….Sobatku, apa lagi yang kalian tunggu….!!!*** By Lisya ar- ruqayyah

ANGKUTAN 07

Dring...dring...dring, hp bordering hingga menggetarkan benda-benda di sekitarnya. Nada dering pertanda ada inbox masuk. Isi pesan dengan untaian kalimat ideologis menyerukan kepada para pejuang kebenaran agar berkumpul di lokasi yang akan menjadi saksi sejarah peradaban. Sebuah aksi damai dengan peserta komunitas perempuan alias tanpa laki-laki akan berlangsung di sekitar kampus merah tepatnya waktu Indonesia bagian tengah menunjukkan pukul 16.00.
Bersegeralah dia ke jalan raya menunggu mobil angkot kampus merah. Dia adalah salah satu akhwat yang bergerak di sebuah organisasi perjuangan menegakkan khilafah. Dengan costum biru-biru, dia tampak sangat percaya diri menunggu mobil yang akan membawanya ke tujuannya. Datanglah mobil angkutan kampus merah yang dijuluki oleh masyarakat kampus dengan nama angkutan 07. Terdengar suara dengan nada keras dari sopir angkot 07,”ujung dek?. Tanpa berpikir panjang si akhwat bergegas naik ke mobil dan mengambil tempat duduk di dekat pintu supaya lebih mudah untuk mengontrol jalan-jalan menuju kampus merah. Hp yang digemgamnya pun tak henti-hentinya bordering di atas mobil ditambah suasana sore yang cerah sedikit membuat ia gerah berada di dalam mobil. Tidak lama kemudian terdengar suara azan di mesjid-mesjid yang mengingatkan setiap kaum muslim untuk menunaikan salah satu kewajibannya sebagai hamba Allah sekaligus menunjukkan bahwa aksi setengah jam lagi dimulai. Dia merasa semakin lama berada di atas mobil dan jalur yang dilalui oleh mobil yang ia tumpangi terasa semakin berlawanan dengan arah dengan jalan menuju ke kampus merah, sementara dia harus menghadiri aksi tepat waktu belum lagi waktu shalat ashar sudah semakin molor. Dia mulai panik dan bertanya-tanya dalam hati apa yang salah sehingga dia begitu lama di perjalanan menuju ke tujuan padahal menurut informasi waktu yang dibutuhkan dari tempat ia menunggu mobil munuju kampus merah tidak terlalu lama alias hanya membutuhkan sekitar 20 menit jika mobilnya banyak jeda berhenti mengambil penumpang di jalanan. Ia melihat ke kiri dan ke kanan mobil, jalanan yang ditempuh mobil 07 tidak seperti biasanya. Dia berusaha berpikiran positif dengan menganggap bahwa jalur yang akan dilalui mobil 07 adalah jalur lain. Namun, ia sangat kaget ketika jalannya mobil mendekati kampus biru yang notabene kampus yang arahnya berlawanan dengan arah kampus merah. Penumpang lain telah banyak yang turun dari mobil hingga masih tersisa dua penumpang termasuk si akhwat itu. Ia baru tersadar jika ternyata ia salah jalur angkutan ketika sopir angkutan bertanya dimana arah tujuannya. Dengan wajahnya yang polos dia bertanya,”kampus toch kak?”. Si sopir kemudian menjawab sambil senyum-seyum,”oh, ke kampus lagi? tapi kita ke ujung dulu yaa dek, di sana kita baru belok ke kampus”. Seorang gadis cantik yang merupakan sisa penumpang yang belum turun ikut pula bertanya kepada dia,” ada apa kak? Kakak mau ke kampus merah yah? Kakak ikut aja lagi kembali ke kampus alias nda usah turun dari mobil”. Tidak lama kemudian si gadis itu meminta sopir untuk berhenti,”kiri...kiri...kak”. Akhirnya hanya tertinggal seorang diri si akhwat itu. Terlihat wajahnya yang kemerah-merahan, kerudungnya ia gulung-gulung kemudian ia gigit ujungnya. Ia merasa sangat malu di samping juga dia khawatir tidak bisa mengikuti aksi karena sudah sangat terlambat sekali. Tidak lama setelah mobil berbalik arah, jalan menuju kampus merah semakin tanpak jelas. Dengan terburu-buru dia bergegas turun dari mobil ketika melihat sebuah mesjid besar yang berdiri kokoh di samping pintu masuk kampus merah. Dia berlari menelusuri anak-anak tangga halaman mesjid menuju ke lantai dua dari mesjid tersebut. Namun dia kaget ketika mendengar suara seorang laki-laki yang memanggilnya sambil mengepukkan tangan,” kpak...kpak...kpak.. cewek...cewek...afwan tempatnya akhwat bukan di lantai dua tapi di lantai bawah”. Kedua kalinya dia merasa malu, dua kejadian yang membuat dia seperti orang yang sedang mencari alamat. Setelah shalat ashar di lantai bawah mesjid, dia kemudian bersegera menuju ke lokasi aksi meskipun sudah sangat telat sekali. Rasa malu, kaget, khawatir tiba-tiba melayang dan menghilang terbawa angin ketika menyaksikan berjejeran wanita-wanita berjilbab dan berkerudung memegang poster-poster yang berisikan banyak kata-kata menggugah sementara yang lainnya sibuk berorasi di tengah-tengah jalan umum kendaraan kampus. Perjalanan yang sungguh luar biasa yang hampir mengendorkan niat si akhwat itu namun ia tetap semangat karena ia yakin bahwa tidak ada hal yang sia-sia ketika berusaha untuk berjuang demi kejayaan agama Allah.
Kegigihan dalam mancari sebuah kebenaran tidak akan menyurutkan semangat seseorang meskipun banyak rintangan yang mengahalangi. Kegigihan tanpa tujuan yang jelas menjadi suatu hal yang mengambang. Tujuan yang jelas namun dijalani dengan hati yang sombong akan membuat si petualang tersesat dari tujuan yang sebenarnya. Rasa sombong pada diri manusia dapat membuat manusia itu tidak sadar akan keberadaannya sebagai makhluk yang lemah, sangat terbatas dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.
Nama-nama yang tercatat dalam sejarah karena prestasinya tentunya mereka awalnya adalah nama-nama yang tidak sama sekali dikenal. Namun, karena mereka yang memiliki kerendahan hati hingga tidak merasa malu untuk bertanya dan bertanya sampai terpuaskan akalnya. Bertanya merupakan senjata canggih untuk seorang pencari kebenaran. Berjalan di permukaan bumi memang butuh kehati-hatian serta membutuhkan keberanian yang kuat. Fokus dengan tujuan hidup seharusnya disadari para petualang kehidupan Karena hidup hanya sekali dan takkan terulang lagi. Oleh karena itu, kalimat terakhir “Bertanyalah agar kamu tidak tersesat di dunia”.